#49. BL : Voucher atau Free-Ticket?

“Pak, Mas-nya ini mahasiswa!” Seru Si Mbak petugas check-in Emirates kepada Mas petugas disebelahnya. Sejujurnya gue agak bingung kenapa si Mbak happy ketemu gue? Kaya Happy Salma ketemu Happy Koesendang, Hetty! Apakah karena wajah gue yang cemerlang berbinar karena jamak tersibak air wudhu, sehingga mirip Nicolas Sutisna Saputra? Ah sudahlah dunia memang tak selebar daun kolor, eh Kelor!

 “Mas benar Mahasiswa ya?!” Tanya seorang petugas laki-laki disampingnya, yang tampaknya jabatannya lebih tinggi bernama Dony. Lupa nama lengkapnya, mungkin Dony Kasino Indro.

 

* * *

 

Malam ini gue rada deg-degan! Pedahal seharusnya udah gak jaman lagi buat deg-degan, karena sejatinya (duileehhh!) Gue sudah melewati puluhan kali check in penerbangan. Tapi mungkin berkerumun dengan banyak bule membuat gue agak terintimidasi, inferior!

Tiga jam sebelum take-off gue udah masuk Bandara Soekarno-Hatta terminal 2, setelah sebelumnya mengalami berbagai insiden dimana gue salah masuk terminal. Salah gue juga sih, abis gue keukeuh kalo gue berangkat di terminal 3, pedahal di terminal 2. Akibat kesiweran mata gue, akhirnya gue harus keliling ke terminal 3 baru, ternyata salah. Gue yang saat itu masih yakin terminal 3 lanjut ke terminal 3 lama. Pas gue cek lagi ternyata gue berangkat dari terminal 2, duh!

Di depan meja check-in, antriannya udah puanjaaanngg kaya ular naga keselek kereta api. Bule Asia selatan, gak tau dari mana kayanya India, Bangladesh atau mungkin Nepal, nelpon lalu bilang “Oh Man the queuing is crazy!” diduga nama temannya adalah Maman. Sekilas kalo gue amati kayanya bule-bule muka Asia Selatan lebih activelly speaking, heuras genggerong kalo bahasa Spanyolna mah! Mungkin ini kebetulan aja kali ya. Gak boleh stereotyping gitulah, hehe..!

Sambil ngantri yang kayanya masih lama, cukup kayanya buat maen monopoli 3 puteran. Pandangan gue berkeliling-keliling. Didepan mata gue ada sepasang bule yang entah dari mana terlalu Love Expressive buat standard budaya timur di Indonesia. Bayangin aja, disaat ngantri buat check-in aja sempet-sempetnya cipokan bibir, sampe dua kali lagi. Hellaw.. kaya gak ada tempat lain aja. Itu yang gue liat ya, yang gak gue liat gak tau deh berapa kali, hehe..

Sampai akhirnya masuklah giliran gue check in. Langsung aja gue cuss ke TKP sambil nenteng Paspor dan Electronic Tiket di Tab gue.

“Malam Mas, bisa lihat Paspornya?” Minta Mbak-mbak petugasnya.

“Oh iya!” Sambil ngasongin Paspor dan Tab.

“Tab-nya gak usah Mas!” Sambil balikin Tab gue.

Dipandangilah itu paspor gue dengan seksama.

Lalu si Mbaknya ngomong sama Mas-mas disebelahnya.

“Pak, Mas-nya ini mahasiswa!” Seru Si Mbak petugas check-in Emirates kepada Mas petugas disebelahnya. Sejujurnya gue agak bingung kenapa si Mbak happy ketemu gue? Kaya Happy Salma ketemu Happy Koesendang, Hetty! Apakah karena wajah gue yang cemerlang berbinar karena jamak tersibak air wudhu, sehingga mirip Nicolas Sutisna Saputra? Ah sudahlah dunia memang tak selebar daun kolor, eh Kelor!

“Mas benar Mahasiswa ya?!” Tanya seorang petugas laki-laki disampingnya, yang tampaknya jabatannya lebih tinggi bernama Dony. Lupa nama lengkapnya, mungkin Dony Kasino Indro.

 

* * *
Dengan tatapan dalam, sedalam silet!

“Mas kita lagi traffic banget ini…” kata Pak Dony mengawali pembicaraan.
Duh dalam hati gue bertanya, Ada apa ini? Firasat buruk gue mulai bergenyatanyan kemana-mana, bergelayutan di ujung-ujung neuron. Hidung kembang-kempis seolah pertanda kecemasan hati yang semakin mendalam. Namun gue berusaha tenang dan menjawab dengan elegan

“Iya, maksudnya gimana Pak?”

“… Iya kita lagi traffic banget. Masnya buru-buru gak?” Lanjut Pak Dony.

“Enggak sih, memang kenapa?”

“Kalo Masnya gak buru-buru, kalo mau Mas penerbangannya di postpone besok jam 07.25 pagi. Sebagai kompensasinya Mas nanti kami pesankan hotel untuk menunggu sampai besok dan akan kami kasih bonus tiket round-trip Jakarta-Barcelona dan Barcelona-Jakarta yang berlaku selama satu tahun. Bisa diambil kapan aja selama setahun!”

Ohmaygad.. ohmaygad.. ohmaydag..! Gue mencoba tenang, dan menyembunyikan rasa gembira gue yang meletup-letup dan nyaris lubeerrr ini.

“Kalo Mas mau, Mas bisa tunggu dulu selama 1 jam dari sekarang, kalau tidak jadi berangkat malam ini maka Mas akan mendapat kompensasi tadi. Tapi kalau setelah menunggu Mas ternyata bisa berangkat sekarang, Mas tetap akan dapat kompensasi voucher 100 Uni Emirate dirham untuk dibelanjakan di Free Duty Shop (Toko Bebas Pajak yang ada dibandara, ini resmi loh ya!) berlaku selama 1 tahun di Dubai”

Gue pura-pura berpikir, pedahal bibir gue udah cenat-cenut pengen bilang “Yesss Pak, saya mau.. mau.. mau..!!!”

Gila kapan lagi ada kesempatan dapet tiket round-trip Jakarta-Barcelona seharga Rp 26.000.000 atau Voucher 100 Dirham hanya sengan menunggu 1 jam-an. Dipikiran gue saat itu adalah, rencana 6 bulan kedepan buat jemput keluarga bisa lebih hemat kalo gue dapet tiket ini.

Sambil sedikit pura-pura bimbang gue berkata “Ya udah Mas saya ambil tawarannya!”

Maka terjawab sudah kenapa Mbak-Mbaknya seneng banget ketemu mahasiswa bertampang butuh duit kaya gue, hahaha..!

Akan kah kali ini gue mendapat tiket round-trip seharga Rp 26.000.000 plus fasilitas hotel tapi berangkat besok pagi? Atau gue berangkat sekarang dan dapat duit menunggu seharga 100 Uni Emirates dirham?

 

Akan gue tulis di post berikutnya!
Hasta Luego 🙂

Advertisements

4 thoughts on “#49. BL : Voucher atau Free-Ticket?

  1. Halo maas, sudah ada lanjutannya belum
    inii?😝 Suamiku mengalami hal yg sama tapi free ticket Jkt-Iran pp. Berhubung Iran gitu ya, free ticket gitu bisa minta reroute gak ya?belum nemu-nemu jawabannya daritadiii

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s