#48. Cara Mendapatkan Letter of Acceptance (LoA)

Guyrls, beberapa hari belakangan ini, setelah sempat disibukan sama kerjaan Sensus Ekonomi 2016 dan aneka pritilannya, gue baru mulai lagi ngoprek-ngoprek blog gue ini. Blog yang tumben banget, masih awet aja sampai sekarang, hehehe.. Maklum blog-blog gue sebelumnya selalu berakhir tragis; dibikin, dicuekin, digantungin lalu dilupain gitu aja. Persis kehidupan percintaan siapa ya? Hahaha.. Gue biasanya kalo bikin blog gak bisa bertahan lama, bukan karena formalinnya kurang banyak jadi gampang basi tapi karena gue termasuk orang yang moody in most activity termasuk nulis, jadi kadang blog suka dianggurin sampai batas waktu yang tak ditentukan dan walhasil seringnya lupa deh password-nya. Hehehe..

Alhamdulillah sekarang udah agak lengangan kaya jalanan di Jakarta kalo lagi lebaran, walaupun sempat sedikit disibukan dengan apply visa buat studi gue di Spanyol (cerita lengkapnya lihat disini). Setelah di-authorized, gue baru sedikit lega dan baru deh mulai lagi ngoprek-ngoprek blog gue ini. Ternyata di dashboard ada banyak pertanyaan yang masih pending dan belum gue apa-apain, duh mohon mangap yang selebar-lebarnya ya udah dianggurin sekian lama, hehe.. Tapi segera setelah itu langsung gue jawab satu-satu. Kebanyakan sih pertanyaannya sekitaran living allowance-nya LPDP yang sempet gue post dulu (lihat disini). Ternyata bener juga ya kalo emang masalah duit itu sangat menarik dan hangat untuk diperbincangkan, hahaha.. tapi selain itu ada banyak juga yang nanya bagaimana cara dapet Letter of Acceptance, bahasa bekennnya LoA, dari Univeraitas luar negeri. Emang sih, buat yang pertama kali denger, ko kayanya membingungkan ya? Bagaimana langkah-langkahnya? Apa yang dikerjain duluan. So di post kali ini gue mau share pengalaman gue dapet LoA dari Universitè Paris 1 Pantèon Sorbonne dan Universitat Autonoma de Barcelona yang tergabung dalan Program Erasmus Plus (dulu Erasmus Mundus) Joint Master Quantitative Economics Methods and Models.

Well, cara dapetin LoA itu sebenernya gampang-gampang susah. Asal lo mau (insyaAlloh) pasti bisa, apalagi sekarang banyak agen yang siap sedia membantu lo buat dapetin LoA. Tapi personally gue lebih nyaranin buathunting LoA secara mandiri, biar tau seluk beluknya. Adapun bagaimana cara buat dapetinnya mungkin tiap universitas atau mungkin tiap negara bisa jadi beda-beda baik persyaratan maupun sistemnya. Tapi kalo cara dapet LoA Erasmus Plus atau Universitas Eropa secara umumnya, kayanya -setahu dan setempe gue- sih relatif sama. Atau gak jauh beda, BeTi, beda tipis. Nah karena syaratnya relatif sama itulah banyak para pemburu LoA yang dalam waktu bersamaan apply ke beberapa bahkan puluhan universitas sekaligus. Jadi jangan cuma satu doang, sebar kail sebanyak-banyaknya, kan kali yang satu gagak masih ada kail-kail yang lain. Bener gak? Bener dong! #TanyaSendiri #JawabSendiri

Eh sebelumnya, buat yang masih bingung apa itu Letter of Acceptance (LoA)? Okey gue jelasin dikit, jadi LoA itu sejenis surat keterangan dari universitas atau institusi pendidikan bahwa kita udah diterima sebagai calon mahasiswanya yangctentunya setelah melewati berbagai macam seleksi dan review. LoA sendiri ada 2 macam :

  1. LoA unconditional adalah LoA yang berisi keterangan bahwa kita udah bener-bener diterima di kampus tanpa pengecualian atau tanpa syarat apa pun.
  2. LoA conditional adalah LoA yang isinya keterangan kalo kita diterima di universitas tapi dengan syarat atau catatan, misalnya lo diterima di Paris Sorbonne University tapi dengan catatan harus memberikan sertifikat IELTS atau TOEFL International karena misalnya pas daftar kemarin diperbolehkan pake TOEFL ITP. Nah supaya lo bisa diterima kampus lo kudu memenuhi permintaan kampus tersebut. Setelah lo memenuhi permintaannya maka LoA Conditional itu nanti berubah menjadi LoA Unconditional, baru deh bisa kuliah disitu. Ini contoh LoA gue dari Université Paris 1 Panthéon Sorbonne dan Universidad Autonoma de Barcelona.

Baiklah, gue rasa udah jelas ya apa itu LoA. Sekarang langkah pertama yang harus kalian lakukan buat berburu LoA adalah :

  1. Tentukan Universitas atau program apa yang lo mau ikuti.

Jadi yang paling pertama adalah nentuin dulu mau kuliah dimana atau program apa? Alasannya sih personal banget ya, terserah lo, balik ke individu masing-masing. Bisa karena rangking universitasnya yang bagus, suka sama negaranya, atau karena mau belajar bahasanya dan budayanya. It’s definitely up to ya!

Kalo gue sendiri kenapa kenapa gue ambil program ini, terus terang ini adalah program prioritas gue, walaupun gue punya plan B kalo seandainya gagal masuk. Alasannya :

Pertama karena syllabus-nya! You know, gue liat syllabus-nya (mata kuliahnya) itu mirip banget sama syllabus pas gue kuliah D4 di STIS. Jadi gue berharap (ngarep banget) nanti gue tinggal ngulang-ngulang aja atau me-recall memory gue yang dulu-dulu kali aja ada yang nyangkut diotak gue, haha..

Kedua bahasa! karena gue memang pengen bisa bahasa lain selain bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa Sunda (ala Kampung Kranggan, haloo Krangganers!) dan juga bahasa Kalbu Titi DJ.

5d832a21-09eb-4946-bbfc-37037b96eb60_169
“Duh senangnya, akhirnya saya bisa nongol di blog Hits ini, percayalaahhh!!!” [photo taken from detik.com]

As you know Guyrls, bahasa Prancis dan Spanyol kan masuk bahasa resmi PBB dan setahu gue jadi salah satu syarat buat jadi sekjen PBB. Yakalih.. besok-besok nasib gue membaik lalu gue terpilih sebagai sekjen PBB alias Persatuan Babu-Babu, haha..

Ketiga programnya! Gue suka sama programnya yang Joint master degree, selain dapet pengalaman lebih banyak karena pindah-pindah negara (dan universitas), disamping itu juga dapet gelar berbeda dari setiap universitas. Nanti gelar di nama gue kan jadi makin panjang tuh, jadi kesannya pinter dan terpelajar gitu, wkwkwkwk..

Keempat Obsesi! To be honest, gue terhipnotis sama Kang Andrea Hirata. Sejak baca novel dan nonton filmnya yang fenomenal dan sensyayeneel “Laskar Pelangi”, Université Paris Sorbonne berhasil manjadi obsesi gue ketika itu, tentunya diposisi kedua setelah Laura Basuki Sri Prasetyaningsih, istri gue saat ini, haha..

Dan yang kelima merintis karir Go International! dengan tinggal di Paris gue punya kesempatan buat bertetangga dengan Mbak Anggun, atau mungkin numpang di rumahnya, AHAA!!! Jadi rencananya, trik busuk ini rahasia ya, kalo di rumah Mbak Anggun lagi ada produser, gue mau pura-pura nyapu atau ngepel sambil bersenandung. Siapa tau, sang produser kepincut dengan tipe suara gue yang khas dan berkarakter ini, ehemm.. *Alasan yang ini becanda ko, hehe..

 

  1. Cari Informasi Selengkap lengkapnya.

Setelah dapet universitas atau program yang bakalan diincer, selanjutnya adalah membuka websitenya. Yup! pasti universitas atau program tersebut punya website dong. Nah di website tersebut terpampang secara nyata berbagai macam informasi yang kalian butuhkan untuk bisa masuk ke kampus atau program tersebut. Di situ ada informasi kapan periode pendaftaran dibuka? Apa aja syarat-syarat pendaftarannya? Bagaimana cara daftarnya? Bikin akun kah atau kirim post? Kapan tanggal penutupan pendaftarannya? Kapan pengumumannya? Bagaimana cara pengumumannya? Dipajang di website kah atau dikirim email atau gimana? Pokoknya lengkap, kap.. kap… kaaPPP!

Pertama kali memang kita bingung nyari-nyari dimana ini informasi pendaftarannya? ko gak nemu-nemu! Well, yang lo butuhkan adalah terus bersabar dan tetap berusaha, gue sendiri udah lupa berapa kali ngubek-ngubek website program QEM inceran gue. InsyaAlloh ada ko, masa iya gak ada. Kalau pun gak ada biasanya ada penjelasannya misalnya : persyaratan pendaftaran tidak kami tampilkan sampai dibukanya periode pendaftaran. Pun kalau tetep gak ada juga, lo bisa kirim email aja ke mereka, biasanya ada di menu “contact”.

 

  1. Persiapkan Dokumen Sebaik Mungkin!

Penuhi semua persyaratan yang diminta. Jangankan beda negara atau univeraitas, beda jurusan aja bisa jadi beda persyaratannya. Biasanya buat jurusan sosial atau humaniora kaya jurusan hukum kadang minta IELTS 7.0 atau TOEFL 600, kalau jurusan exact kaya matematika kurang dari itu, tapi pada umumnya kalo kuliah diluar biasanya minta IELTS 6.5 atau TOEFL 550. Tapi walaupun begitu, pada umumnya persyaratan setiap kampus relatif sama ya.. palingan beti lah, beda tipis! Nah pas gue daftar di prigram QEM kemarin perayaratannya antara lain :

  1. Curriculum Vitae
  2. Ijazah
  3. Transkip Nilai
  4. Sertifikat kemampuan bahasa
  5. Motivation Letter
  6. Letter of Recommedation
  7. Photo dll

Next, setelah lo tau apa aja syarat-syaratnya, lo penuhin deh tuh semua persyaratan tanpa kecuali sesuai standar minimal yang mereka minta. Sebagai catatan, di dunia ini ada banyak banget aplikan juga daftar selain lo, so please make yourself outstanding!

Outstanding disini gak selalu harus IPKnya 4 yang nilainya berjejer A semua. Mahasiswa yang menengah kebawah kaya gue (hiks.. hiks..) juga bisa ko terlihat outstanding. Kalau IPK lo terlanjur pas-pasan kaya gue, ya.. gimana lagi ya.. nasi udah menjadi dubur eh bubur, gak mungkin tuh IPK kita tipe-ex lalu kita ganti 4, iya kan! Nah ke-outstandingan lo bisa lo tonjolin di Motivation Letter, CV dan kemampuan bahasa.

Terkhusus motivation letter sependek yang gue tahu biasanya memiliki bobot yang cukup signifikan dibanding komponen yang lain. Kenapa? Karena lewat Motivation Letter kita “menjual” diri kita. Ups, tentunya menjual diri yang baik ya! Bukan yang jelek, hehe.. Gak usah malu-malu buat show-off kemampuan kita selama itu gak bohong. Walaupun sejak kecil kita diajarkan untuk rendah hati dan tidak sombong, tapi inilah saatnya kita menunjukkan apa yang kita punya dan apa yang kita bisa. Selain itu lewat Motivation Letter juga kita meyakinkan para reviwer kalau kita adalah orang yang tepat, gak usah malu buat bilang “I am exactly the perfect person that you are looking for!” sehingga mereka bisa tahu apakah kita memiliki kemauan yang kuat dalam belajar, sifat dan karakter kita. Makannya Motivation Letter penting buangeeddd, sama pentingnya dengan keberadaan seonggok Semur Jengkol dalam sepincuk nasi uduk!

Franky speaking, gue sendiri mempersiapkan Motivaton Letter semenjak jauh-jauuhhh-jaauuhhhh hari banget dan melewati berbagai macam self-review, review dari orang lain yang udah berhasil dapet beasiswa dan proof-read dari guru bahasa Inggris gue.

Nah buat kalian yang pengen gue review Motivation Letter-nya boleh ko, kirim aja ke irwan@bps.go.id insyaAlloh kalo sebisa mungkin gue bantu review. Kalo gue lagi senggang mungkin bisa cepet, tapi kalo lagi sibuk mohon bersabar ya. Secara dulu juga gue juga dibantu orang lain, maka udah sejatinya gue juga bantu orang lain. Tapi naskahnya udah di self-review dulu ya!

 

  1. Submit Sebelum Deadline!

Semua dokumen yang diminta, jangan ada yang kurang, kelewat atau nyempil. Kenapa? Karena biasanya diseleksi dokumen gak ada toleransi. Sekali dokumen lo ada yang kurang atau dibawah standar yang mereka tentuin maka langsung tersingkir.

Bagaimana cara submitnya? Tiap kampus punya cara sendiri-sendiri bagaimana caranya. Ada yang semua dokumen perdaftaran dikirim pake pos (by mail), ada yang cukup pakai e-mail, ada diupload pake akun di websitenya atau yang lainnya. Kalo gue sendiri kemarin submit dokumennya diupload pake akun di websitenya. Nanti kita akan punya username dan password buat buka akunya.

 

  1. Tunggu pengumuman deh Seleksi Berkas.

Biasanya agak lama memang setelah batas penutupan pendaftaran. Etapi, tergantung jumlah pendaftar juga sih, makin banyak yang daftar, makin lama juga waktu yang diperlukan kampus buat menyeleksi calon mahasiswanya.

Kalo pas gue kemarin, batas penutupan itu (kalo gak salah ya, agak lupa soalnya) 7 Februari 2015 dan gue dapat pengumuman sekitar bulan Juni 2015. Jadi ya.. selama menunggu waktu itu banyak-banyak berdo’a aja semoga diberi yang terbaik. Bisa jadi apa yang kita pengenin bukan merupakan yang terbaik, tetapi ternyata Alloh sudah mempersiapkan yang lebih baik. Betul enggak?!

Jadi kalo seandainya lulus ya alhamdulillah tapi seandainya enggak ya tetap ber-husnudzan terhadap takdir Alloh. Pasti Alloh sedang mempersiapkan yang lebih baik! Cuma kadang rasa sombong dan sedikitnya ilmu kita yang kadang membuat kita tidak tahu mana yang baik dan mana yang lebih baik. Selain berdoa, juga kita bisa minta tolong didoakan sama orang tua atau ustadz kita serta banyak-banyak sedekah dan amal ibadah lainnya. Semiga amal ibadah tersebut bisa manjadi wasilah terkabulnya doa-doa kita, aamiinn..

 

  1. Wawancara!

Nah selanjutnya kalo seandainya lulus berkas kita akan dihubungin pihak kampus, biasanya lewat email, untuk tahap wawancara. Beberapa kampus memang menjadikan wawancara sebagai salah satu item seleksi sedangkan yang lainnya tidak. Wawancara biasanya dilakukan baik secara langsung, via video call/skype atau bisa juga lewat telephone. Kalo gue sendiri kemarin sih gak ada seleksi wawancara. Jadi cukup seleksi berkas syajaahhh, enaknyaahhh.. Kalo yang kampusnya menggunakan seleksi wawancara juga, silahkan persiapkan dengan sebaik-baiknya ya!

 

7. Pengumuman Lagi (Final)

Setelah menunggu sekian lama akhirnya kita sampai disaat yang paling menegangkan yaitu pengumuman. Kalo kalian lulus maka kalian akan dapat LoA, apalagi kalo ternyata kalian lukus dengan kualifikasi A. Maka, bisa jadi kalian ditawari beasiswa. Tapi kalau pun enggak dapat beasiswa yang penting kan punya LoA. Dimana dengan LoA ini kalian bisa daftar seleksi beasiswa deh.

Tapi, buat yang belom rejekinya. Don’t worry, masih ada banyak kampus lain dan juga ada waktu lainnya. Jangan menyerah, coba lagi dan coba lagi. Jangan pernah malah berusaha dan tetap semangat! Duileehh.. kata motivator aja gue, hehehe..

Satu pesan dari KH. Rahmat Abdullah, sebelum gue akhiri hubungan ini, eh postingan ini ” …Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikuti mu, teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejar mu… ”

Manteppp Kan!

Advertisements

11 thoughts on “#48. Cara Mendapatkan Letter of Acceptance (LoA)

  1. Kakk saya mau tanya waktu itu saya sempet liat web yg Erasmus plus trs disitu ada tempat yg buat sign in, kalau kita mau sign up itu gimana ya? Makasihh

    Like

  2. selamat sore pak
    saya cukup terbantu dengan tulisan bapak cukup menginsiprasi dan apa adanya
    saya mau nyoba beasiswa lpdp juga pak
    saya sebenranya bingung menentukan jurusan dan universitas
    kalo dulu bapak cari jurusan yang rekevan denagn s1 bapak cari sendiri perweb universitas apa bagaimana pak?
    terimakasih pak

    Like

  3. mas aku pengennn banget kuliah ke Prancis. tapi satu yang masih aku bingungin. sebaiknya belajar bahasa dulu baru daftar universitas dan beasiswa, atau fokus mendapatkan beasiswa dan universitas baru belajar bahasa? aku mikir kalo kita keterima dan harus mulai kuliah tapi bahasa belum becus gimana eh malah kacau kuliahnya gimana mas? hehe makasih yaaa ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s