#39. Jujurlah Pada Ku! *SensusEkonomi2016

Akhirnya gue nyampe juga di hari Jumat (4/3), hari ke-5 sekaligus hari terakhir di elatihan Instruktur Daerah (Inda) Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) ini. Udah sejak Senin gue ikut Pelatihan di Mamuju bareng istri gue, karena kebetulan (qadarullah) kami berdua subject matter kabupaten buat SE2016.

Walaupun selama pelatihan gue tinggal di hotel yang punya fasilitas sangat baik. Kasurnya yang empuk dan dirancang khusus sesuai postur tubuh manusia sehingga anda akan merasakan kesegaran yang luar biasa ketika bangun (korban TV shopping!), ACnya pun sepoy-sepoy dingin! (Sedingin sikap mu pada ku, korban FTV) dan selimutnya pun anget, sehangat tai ayam! (Meminjam analogi dari “Hangat-hangat Tai Ayam”, Korban kelamaan maen di kandang ayam). Makan dan minumnya juga terjamin. Sampe-sampe gue sering kali ngerasa kalo perut gue masih penuh karena abis makan snack siang, eh udah masuk makan siang aja, ah elaahh. Karena panitia memaksa gue buat menyantap makanan enak itu, ya udah deh dengan berat happy, eh berat hati gue mematuhinya. Tapi walaupun dengan berbagai macam fasilitas yang melenakan (dan mengenakan) tetep aja kangen rumah, The Place I belong to! Terutama kangen sama Si Pendil, my lovely son.

Hari pertama hidup gue masih gegap gempita, cerah ceria membahana.. apalagi gue sekamar sama istri, anggap aja bulan madu kedua, eh ketiga kayanya? salah deng ke-empat, au.. ah lupa! Ah.. ahh.. ahhh.. mandi maaduuu!!! *Dangdutan

Tapi masuk hari kedua dan seterusnya, beneran deh kepala gue sampe pesing, eh pusing mendalami dan menghayati berbagai macam konsep dan definisi di SE2016. Apa itu usaha perdagangan, industri, penyedia makan minum dan banyak yang lainnya? Ternyata, It’s not that simple, suwer sampe dower! Awalanya gue pikir apa susahnya emang ngebedain yang mana masuk perdagangan, mana masuk industri dan lainnya? Ternyata lumayan bikin nyut-nyut juga Guyrls, Apalagi kalau sudah masuk kasus-kasus batas (kasus yang sulit ditentukan kategorinya, musykilah kalo bahasa Arabnya!) yang kadang Instruktur Nasionalnya sendiri bingung. Bayangkan Instruktur Nasionalnya aja bingung dan harus tanya Instruktur Utama, apalagi gue yang hanya remah-remah Rengginang di biskuit Khong Guan sisa Lebaran!

Sebagai Instruktur daerah, tugas gue yaitu ngelatih para Pengawas dan Pendata SE2016. Gue bakalan mentransfer apa yang gue dapet pas ikut pelatihan Inda SE2016 mencakup konsep, definisi, tata cara pencacahan, pengisian dan lain-lain supaya petugas bisa mendapatkan data yang sebenarnya. Makannya gue kudu bener-bener nguasain ilmunya, jangan sampe pas ngajar gue malah bingung sendiri lagi. Gue takut kalo sampe beredar gosip diantara peserta pelatihan kalo gue jadi Instruktut daerah cuma modal tampang doang! #ApaanSeh! Apa jadinya kalo yang ngajar aja bingung apalagi yang gue ajar, ibarat kata guru kencing berdiri murid kecing berlari lagi, pedahal sunnahnya kencing kan jongkok ya 🙂

Melalui SE2016 ini Badan Pusat Statistik (BPS) berusaha memoto (atau memphoto ya?) kondisi perekonomian yang sebenarnya, apa adanya! Mau bagus mau jelek ya itulah photo yang bakalan keluar nanti, gak urusan! Gak pake edit-editan, no crop, no filter apalagi pake photoshop atau aplikasi 360 Dengan harapan pemerintah bisa secara jelas mengetahui kondisi perekonomian sekarang ini meliputi komposisi, profil dan karakteristik perekonomian di Indonesia.

Garbage in, garbage out!

Kebenaran data, bagaimana pun kondisinya mau bagus; produktivitas tinggi, inflasi rendah, pendapatan meningkat atau sebaliknya, sangatlah penting, supaya pemerintah sebagai pengambil kebijakan yang tepat kedepannya. Bisa move on dari stagnansi perekonomian dan gak terjebak nostalgia. Kalau data yang dihasilkan adalah data sampah yang gak menggambarkan perekonomian yang sebenarnya maka bisa mengakibatkan kebijakan yang diambil pun menjadi kebijakan sampah. Syukur-syukur kalo sampahnya diolah dan dianalisis dengan baik, kan lumayan bisa jadi kompos.

Oleh karena itu keakuratan data adalah harga mati. Itu merupakan cita-cita yang harus diperjuangkan walaupun mahal harganya. Sebagaimana pun matang dan sempurnanya persiapan BPS dalam menyongsong SE2016; metodologi yang kalo bahasa jawanya “Nyundul Langit”, petugas yang highly qualified and well-trained (berkualitas dan terlatih dengan baik) serta Standard Operating Procedure (SOP) yang sisematis akan berakhir sia-sia kalau responden gak mau menjawab data yang sebenarnya. Apalagi di SE2016 ini akan ditanyakan omzet/pendapatan usaha dan biaya pengeluaran selama setahun. Kebanyakan dari pengusaha terutama para pengusaha besar jarang yang mau jujur kalo ditanya masalah omzet atau pendapatan usaha. Oleh karena itu dikesempatan yang mulia dan langka ini gue mau menghimbau seluruh pihak, calon responden SE2016 agar memberi data yang sebenarnya. Tenang pendataan ini gak ada hubungannya dengan pajak, jadi gak usah takut pajaknya naik kalo kasih data yang sebenarnya. Dan yang paling penting data-data anda RAHASIA dijamin oleh Undang-undang!

So Guyrls, kalo kalian, bapak/ibu kalian, saudara atau sahabat dekat, sahabat karib, sahabat pena, sahabat pulpen, sahabat pensil, spidol dan alat tulis lainnya, kalo ada yang punya usaha baik berusaha sendiri alias gak ada yang bantuin atau punya pekerja siap-siap aja buat disensus! Oia yang bakalan didata adalah sektor diluar sektor pertanian ya, jadi buat para pedagang baik besar, kecil, off-line maupun on-line, para pelaku industri, para professional yang mandiri kaya dokter, pengacara atau pemerja professional lain yang bekerja secara mandiri, siap-siap disensus ya. Berikan data yang sebenarnya, demi pembangunan bangsa dan negara!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s