#38. A Reflection : Un Poco de Historia Islamica

Gue mau cerita tentang kejadian kemarin malem (26/2). Sebuah perbincangan kecil yang sukses udah bikin gue berpikir, soalnya gue biasanya males mikir. Bikin gue sadar ternyata gue punya otak juga, hahaha

Sahabat sekaligus guru bahasa Spanyol gue, John Robert Brennan, bertanya, waktu kita lagi les. Dia bilang “Irwan, Do you know the history of Spain?”, “No!..” jawab gue singkat-padat-jelas dan bersahaja. Tapi secara IELTS gue score-nya 10 hampir kesalip sama Vicky Prasetyo, gue lanjutin deh jawabannya dengan faseehhh “..Not really John, I dont really like history”  jawab gue sambil tertawa renyah, serenyah kerupuk daun bayam Cap 2 Marmut Kayang.

Oia sebelom panjang lebar, gue mau cerita sedikit tentang sosok John, supaya kalian gak bertanya-tanya ‘Siapa ini John?’ juga supaya kalian dapet cerita yang lengkap, utuh, kompreherenship, holistik dan terintegrasi..! Jadi dia itu sebenernya orang Amerika (bukan orang Spanyol) yang sudah hampir 2 tahun di Majene bareng keluarganya. Dia pernah ambil kuliah bahasa Spanyol dan pernah tinggal di Spanyol juga. Sebelumnya dia ngajarin gue Bahasa Inggris dan sekarang dia ngajarin saya Bahasa Spanyol dengan harga bersahabat alias For Free #Syalalalah

Lanjut ya bahas Spanyolnya, dia bilang lagi “Tahi Tahu enggak kalo Spanyol itu dulu pernah dikuasai oleh kesulthanan Islam selama hampir 8 Abad, dan selama itu Spanyol hidup damai. Orang Katolik dan Yahudi dapat beribadah dengan baik, aman dan terjamin keselamatannya” urainya panjang lebar macam Luhut Sitompul saja Bah!

“Tahu dari mana John?” Tanya gue, pura-pura heran. Sebenernya gue pernah baca artikel tentang itu, tapi supaya dramatik dan feel-nya dapet gue berusaha sedikit heran aja gak sampe tercengang, malah lebay nanti jatohnya. “Iya, itu pernah diajarkan di mata kuliah sejarah saya” jelasnya. “Sebenernya saya pernah baca artikel serupa tapi dari karangan seorang muslim. I mean, it is from muslim point of view gitu loh. Jadi bukan dari sudut pandang non-muslim. In many cases, kalo sejarah diceritakan oleh dirinya sendiri, bisa aja biased” kata gue, sok ngomongnya dicampur-campur Inggris. Pedahal bulenya aja pake bahasa Indonesia, wkwkwk.. “Saya pelajari dari berbagai buku sejarah, university text book, mereka yang nulis buku itu bukan Muslim. Dan mereka mengatakan hal yang sama semuanya. Kalau saja mau disebut sebagai penjajahan maka itu adalah penjajahan yang baik. Tapi setelah itu mereka terjadi pertempuran diantara mereka dan umat Islam disana disingkirkan. Mereka membuat monument-monument peringatan pengusiran dan lainnya” cerocosnya lagi, cum laude kali nih orang pelajaran sejarahnya ckckck!

Obrolan kita malam ini memang sangat menarik dan (tumben) cukup berat. Mulai dari sejarah singkat Islam di Spanyol sampai kisah Ta’aruf saya dengan istri. Dan ternyata, karena John adalah non-muslim, dia juga menceritakan kalau di agamanya ada juga cara yang hampir sama dengan Ta’aruf namanya Courting/Courtship. Pas denger ada Ta’aruf versi agama Katolik, gue pikir inilah saatnya gue ambil posisi Kayang diatas bara api sambil bilang “Woowww!” tapi memang ada beberapa perbedaan. Nanti deh dibahasnya, biar pokus dulu, eh fokus! 

Mendengar cerita John yang seorang non-muslim dan pernah belajar sejarah dari buku-buku yang dikarang oleh para sejarah-wan dan sejarah-wati yang juga non-muslim juga membuat saya semakin mencintai Islam ditambah pengalaman saya baca sejarah Islam versi sejarah-wan muslim (yang bener Sejarawan atau Sejarahwan ya? Udah ah gpp), saya semakin bangga menjadi seorang muslim.

Dalam Islam memang tidak mengenal penjajahan tapi adanya pembebasan (futuhat) dari yang awalnya negeri bodoh menjadi negeri pembelajar, awalnya gelap menjadi bersinar, menjadi makmur dan sejahtera. Islam memang memerintahkan umatnya untuk berdakwah, dengan mengajak dan menyampaikan bukan memaksa apalagi menindas. Karenanya tidak heran kalau umat Katolik dan Yahudi disana dapat dengan bebas menjalankan agamanya dengan baik. Karena umat Islam dilarang mencaci maki Tuhan agama lain bahkan dalam keadaan perang sekali pun umat Islam dilarang membunuh wanita, anak kecil, orang tua, menebas pepohonan dan menghancurkan kuil atau rumah ibadah. Itulah wajah Islam sebenarnya! dan kalau kenyataanya saat ini Islam dicitrakan buruk, itulah tugas kita (sebagai seorang muslim) untuk mengembalikan citranya sesuai hakikatnya!

Dari perbincangan kecil ini ada banyak hikmah yang dapat saya ambil dari para muslim Spanyol. Tentunya selain mewariskan mahakarya bangunan berarsitektur luar biasa seperti Al Hambra, Mazqueta dan lainnya, mereka juga mewariskan keagungan Islam yang damai, teoleransi dan rahmatan lil alamain.

Oia beberpa waktu yang lalu ada loh utusan saudara-saudara kita, muslim Spanyol yang melakukan penggalangan dana buat bikin Islamic Center di Seville Spanyol. Buat kalian yang mau nyumbang bisa klik di link berikut :

 https://facebook.com/mezquitadesevilla/

Gue doain mudah-mudahan yang pada nyumbang pada bisa maen-maen ke Spanyol dan jadi amal pemberat di yaumil akhir nantin aamiinn.. Adios!

Catatan:
Kontenya memang bahas agama lain dikit, semoga gak salah ngomong. Kalo ada yang tidak berkenan, saya mohon mangap eh maaf. Feel free to contact me, salam!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s