#37. 10 Hal Yang Harus Kamu Pastikan Sebelum Daftar LPDP (Repost)

Ada reward, ada juga konsekwensi yang harus kita jalani setelah memilih dan terpilih menjadi awardee. Yup, being an awardee is not that simple. Sebelum memutuskan daftar LPDP, kamu sudah harus memastikan bahwa 10 hal ini telah kamu persiapkan. Bukan hanya mengenai berkas atau surat apa saja yang perlu kamu persiapkan tetapi juga persiapan non-fisik yang tidak kalah urgensinya.

  1. Make sure you know this scholarship well!

“Yang penting dapat beasiswa untuk kuliah, itu aja udah syukur.” Jangan salah, ada loh yang setelah dapat beasiswa akhirnya mundur karena mis understanding atau tetap maju tetapi dongkol. Yup, pastikan kamu tahu biaya apa yang di-cover, tugas atau tanggung jawab apa saja yang wajib kamu laksanakan sebagai penerima beasiswa, dari mana sumber dananya, apakah ada timbal balik yang harus kamu lakukan setelah mendapatkan beasiswa, apa persyaratannya, bagaimana cara mendaftar, apa dan bagaimana tahap seleksinya, bagaimana setelah pengumuman kelulusan dan sebagainya. Untuk informasi BPI LPDP, kamu perlu membaca buku panduannya dengan saksama, makin lengkap jika ditambah dengan membaca blog para awardee yang sedang atau telah menjalani pendidikannya.

Untuk beasiswa LPDP, pindah universitas diperkenankan (Syarat dan ketentuan berlaku) hanya jika: 1) belum memiliki LoA ketika mendaftar; 2) universitas yang diajukan untuk pindah memiliki grade yang lebih tinggi daripada universitas yang diajukan pada saat mendaftar.

  1. Make sure you have got the permission

Ridho orang tua (atau pasangan bagi yang sudah menikah) menjadi hal pertama yang perlu kita kantongi sebelum memulai hunting beasiswa. Dukungan mereka adalah tiket kesuksesan dalam arti kompleks. Jangan sampai ketika nama sudah tercantum di daftar awardee, kamu baru izin ke orang tua atau pasangan dan ternyata mereka tidak mengizinkan untuk pergi jauh, kuliah di luar negeri atau kuliah sehingga waktu berkurang untuk mengurus keluarga. Pastikan orang tua atau pasangan ikhlas mengijinkan kita untuk melanjutkan studi, doa mereka menjadi dukungan yang sangat penting bagi kesuksesan kita.

Izin dari atasan atau tempat kerja menjadi poin kedua yang juga harus dikantongi bagi yang sudah bekerja dan akan kembali berkarir atau mengabdi di perusahaan atau lembaga yang bersangkutan, khususnya PNS. Jalan lainnya adalah siap mengundurkan diri dan mendapatkan resign approval jika nantinya lulus menjadi awardee.

  1. Make sure you have decided who you wanna be

Kalau mau daftar LPDP, terlebih dahulu kamu harus tahu akan jadi apa kamu di masa depan. Saya dan rata-rata teman yang pernah melewati tahap seleksi interview LPDP mendapatkan pertanyaan “Apa yang akan kamu lakukan setelah menyelesaikan pendidikan S1/S2-mu?

Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan luwes dan rileks, kamu sudah harus telah memetakan rencana masa depan dengan konkret. It’s questionable when you say, “Saya akan pulang membangun desa saya,” but it’s interesting when you say, “Di desa saya, angka kemiskinan sangat rendah, mata pencaharian warga sebagai petani kopi tidak cukup menopang kebutuhan hidup masyarakat. Saya akan menjadikan desa tersebut sebagai desa penghasil kopi yang dapat dikenal hingga ke dunia, menjadikannya Desa Wisata Kopi dengan konsep bla..bla..bla…”

  1. Make sure you know where you are going to study

Kuliah di luar negeri atau di dalam negeri, pastikan kamu mengenali kampus dan jurusan yang akan kamu pilih. Rata-rata interviewee ditanya kenapa memilih kampus tersebut, apa saja konten dari program pendidikan yang diambil dan atau pertanyaan tentang jumlah SKS dan sebagainya.

  1. Make sure you have completed the eligibilities

Setelah mengantongi izin belajar dari keluarga dan PD dengan rencana hidupmu, pastikan kamu memenuhi persyaratan umum dan khusus dari LPDP. Berikut dua persyaratan khusus yang sering membuat peminat beasiswa LPDP berlama-lama dalam memutuskan untuk memulai scholarship hunting atau bahkan mundur sebelum berjuang.

  1. TOEFL

Yang menjadi kendala dari kebanyakan teman-teman ketika ingin mendaftar LPDP adalah pada kemampuan bahasa Inggris. Sangat banyak yang berminat untuk mendaftar namun tidak memiliki sertfikat TOEFL. Guys, a suceed needs sacrifice. Sebagian besar teman-teman yang telah lulus pernah melewati saat-saat berat dan sulit untuk mendapatkan salah satu persyaratan ini. Mulai dari belajar otodidak pagi siang sore malam, belajar dari kursusan dengan duit pas-pasan, hingga bela-belain nabung demi belajar TOEFL ke Kediri. Kedengarannya barangkali sederhana, tapi saya pernah baca blog salah satu awardee yang bercerita tentang temannya yang harus rela ninggalin istri yang lagi hamil untuk belajar IELTS di Jakarta, hidup pas-pasan, tinggal di kos-kosan sempit, makan mie instan selama 6 bulan. Lah kita, belum apa-apa udah ngerasa berat duluan. Yuk, teman-teman upgrade semangat!

  1. Essay

Faktor lain yang biasanya dapat membuat seseorang terus menunda keinginan mendaftar LPDP adalah ketika merasa “I’m too busy, I have no time to write my essays” atau “I haven’t got idea.” Everyone is busy. Saya percaya itu. Tapi tidak sedang bekerja tidak menjadi jaminan bahwa kamu akan menyelesaikan penulisan essay dengan cepat. Kamu harus menargetkan diri untuk menulis essay pada waktu yang kamu tentukan sendiri. Lama karena nyicil jauh lebih baik daripada lama padahal sudah sengaja meluangkan waktu tetapi stagnan di paragraf pertama.
Stagnan karena belum menemukan ide apa yang akan kamu angkat? Wake up and hunt awardee’s blogs. Bacalah banyak-banyak contoh essay awardee yang telah dengan begitu mudah kita temukan melalui om Google. Setelah membaca banyak contoh essay, putuskan ide apa yang akan kamu angkat dan tipe essay seperti apa yang ngeh atau pas buat kamu.
Kendala lainnya, ada beberapa teman yang menjadi ragu menuliskan essaynya setelah membaca essay orang lain yang menurutnya “cool abis.” “Saya gak punya kisah sebegitu menarik,” “saya gak punya seabrek prestasi seperti dia,” atau “Aku gak ada apa-apanya deh kalau dibandingkan penulis essay ini.” Remember, kamu gak sedang dibandingkan oleh siapapun untuk menjadi awardee but to do the best thing on your way. So guys, banyak-banyaklah membaca untuk menambah referensimu.

  1. Make sure you are ready for the next selection process

Setelah kamu siap dengan kelengkapan berkas, pastikan kamu melakukan proses registrasi online dengan tepat dan teliti. Learn on me, karena terburu-buru, saya salah memasukkan tanggal lahir dan itu membuat saya sempat kelabakan karena tidak bisa lagi diubah meskipun belum submit data 😥 Sebelum submit, pastikan kembali kamu telah mengisi semua isian dengan tepat dan teliti. (Sebelum menekan tombol “submit” jangan lupa baca Basmalah bagi yang muslim :D)
Setelah submit, siap-siap dengan pengumuman lulus seleksi administrasi atau tidak. Jika belum lulus, don’t worry, you still have chance to try. Jika lulus, persiapkan dirimu untuk menghadapi seleksi interview, Leaderless group discussion (LGD) dan Essay on the spot. Jadilah diri sendiri, berkata jujur tetapi percaya diri dan berwibawa. Catat, kita dinilai bukan hanya apa yang ada di otak, tetapi juga apa yang ada di hati dan dari semua itu, karakter juga sangat berpengaruh. Lagi-lagi bacalah banyak-banyak kisah awardee yang menceritakan bagaimana mereka melewati tahap interview, temukan informasi siapa saja interviewernya, apa saja yang ditanyakan, bahkan jika perlu cari tahu apa yang membuat sebagian gagal dan yang lain berhasil. Satu lagi, banyaklah berlatih, ajak saudara atau teman sesama calon interviewee untuk simulasi melakukan interview, LGD dan latihan menulis essay.

  1. Make sure you are ready for whatever the result

Next, siap-siap dengan pengumuman “lulus” atau “belum lulus” yang akan kamu terima dari panitia seleksi. Jika belum lulus, don’t be panic, you have another thousand chance to try, jika pun bukan di LPDP, barangkali Tuhan sedang menyiapkan rencana terbaiknya untukmu. Jika lulus, it doesn’t mean the final of the warrior, tapi itulah pertanda bahwa perjuangan dimulai. Nah, inilah tahap yang harus kamu persiapkan baik-baik. Beberapa hari kemudian kamu akan mendapatkan email pembagian keberangkatan (PK) dan itulah saatnya waktu kamu akan mulai tersita untuk sering-sering nongrongin milis, whatsapp, line, email dan alat komunikasi lainnya serta siap-siap dikejar-kejar tugas pra-PK.

  1. Make sure you are ready for the rewards

Untuk menjadi awardee, pastikan kamu siap belajar terbaik. Inilah reward untuk setiap perjuangan kita meraih beasiswa ini, belajar mahal tetapi gratis. So, be ready to do the best.

  1. Make sure you are ready for the concequences

Konsekuensi tidak bisa terlepas dari setiap pilihan yang kita tentukan. Pastikan kamu siap dengan segala konsekwensi dari menjadi awardee. Bagi yang berkuliah di luar kota, provinsi atau luar negeri, siap-siap berpisah dari keluarga, siap-siap beradapasi dengan lingkungan belajar dan kehidupan berbeda dan sebagainya.

  1. PASTIKAN KAMU MENYADARI BAHWA KAMU DISEKOLAHKAN UNTUK MEMBANGUN INDONESIA

The last, kita disekolahkan dengan uang negara untuk dikembalikan pada negara.

Apa yang saya paparkan di sini adalah berdasarkan pengalaman dan pendapat pribadi, setiap orang bisa mengalami pengalaman berbeda serta menghasilkan kesimpulan berbeda pula. This is not an exact judgement but a share only.

———————————————–

Ditulis oleh Jayanti Mandasari

PK-45 “Gelora Nusantara” http://www.geloranusantara.com

Master candidate at UPI Bandung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s