#35. Baper di Pesawat

Gue baru aja nyampe bandara, sambil nunggu mobil jemputan yang konon masih sekitaran satu jam lagi nyampe sini. Aduh, Makassar makin lama makin macet aja, huhuhu…

Dari pada bengong terus kesambet, mendingan gue nulis review film yang barusan gue tonton di pesawat barusan. Judulnya “Cinta Selamanya” karya sutradara Fajar Nugros yang dibintangin oleh Atiqah Hasiholan dan suaminya Rio Dewanto. Film ini sebenernya sih biasa aja, nothing special buat gue, apalagi jalan cerita didalamnya. Ditambah lagi plot film yang maju-mundur-maju-mundur bikin gue terpaksa mikir, pedahal gue kan nonton film lagi cari hiburan, bukan nyari pikiran.

Filmnya berkisah tentang lika-liku romatisme Fira (Atiqah Hasiholan) dan suaminya Hafez (Rio Dewanto) dalam menjalani hubungan dari pacaran sampai akhirnya mereka menikah, lalu Hafez meninggal disaat Fira mulai mengandung.

Entahlah, selama nontoh gue ngerasa kelelep ( baca : tenggelam #ciee) sama kisahnya. Mungkin efek karena hampir seminggu gue gak ketemu istri dan anak gue, jadinya gampang baper. Apalagi pas dialog diatas ranjang :

Hafez : Nanti kalo seandainya salah satu diantara kita meninggal, aku pengen aku yang duluan. Karena aku gak bisa hidup tanpa mu.
Fira : Aku yang lebih tua dari kamu, seharusnya aku yang mati duluan.

Begitulah kira-kira dialog difilm itu, dialog yang juga sering gue dan istri gue ucapkan. Dialog yang kadang bikin gue istighfar, memohon ampun takut rasa cinta gue terlalu besar melebihi porsinya sebagai sesama makhluk. Pedahal Rosulullah SAW pernah berpesan :

“Cintailah orang yang engkau cintai itu sekedarnya saja, sebab barangkali suatu hari dia akan menjadi orang yang engkau benci, dan bencilah orang yang tidak engkau sukai itu sekedarnya saja sebab barangkali suatu hari dia akan menjadi orang yang kamu cintai” (HR. Turmidzi)

Brebeesss aja gitu mata gue memerah lalu berkacang-kacang, eh berkaca-kaca. percaya gak percaya seketika itu gue berasa jadi Rio Dewanto, hehhee mungkin terlalu menginternalisasi filmnya hahaa..

Gak lama, pesawat agak goyang-goyang gitu. Gak semulus sebelumnya. Lalu ada penguman “Perhatian-perhatian, saat ini pesawat sedang terbang dalam kondisi cuaca buruk para penumpang silahkan menggunakan sabuk pengaman”

Duh, makin drama aja deh hidup gue, abis denger pengumuman gue barasa jadi Atiqah Hasiholan, ehh

Ya Alloh, langsung pikiran gue ngawang, maju ke depan. Gue malah bayangin yang enggak-enggak aja. Gue istighfar, gue yang waktu itu belom sholat maghrib karena take off jam 17.40 langsung meniatkan diri mau menjama’ sholat di waktu Isya’ nanti sebelum terlambat. Takutnya beneran kejadian, kan kalo udah diniatin bener-bener mudah-mudahan bisa terhitung udah sholat Tapi alhamdulillah, goncangan-goncangan itu gak lama, dan pesawat kembali mulus.

Abis nonton film gue lanjut dengerin lagu Maher Zain. Beberapa list lagu yang nyeritain cinta sengaja gue masukin juke box terutama lagu yang judulnya “Rest of My Life” huhuhuuu, gue pengen menikmati kerinduan ini. Makin baper aja deh gue. Makin kangen sama istri dan anak dirumah.

Duh, udah mau abis nih ceritanya.. tapi mobil jemputannya belom dateng-dateng juga.
Sambil ngedit-ngedit tulisan di hape, gak lama gue ditelpon supirnya, inform kalo dia udah masuk bandara dan siap jemput. Alhamdulillah akhirnya datang juga. See U in Majene 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s