#29. Asal Muasal Pantai Losari

Cerita liburan gue kali ini belum kelar, masih lanjut, sebagaimana Cinta Fitri yang gak ada abisnya. Jadi masih banyak yang mau gue ceritain. So stay cool ya!

Abis dikatain JONES a.k.a Jombloo Ngeness sama beberapa anak anggota PDAM alias PersauDaraan anak Alay Makassar, sorenya gue hang out sama istri plus anak gue ke Front Rottetdam. Ceritanya gue mau wisata sejarah gitu, biar keliatan intelek dikitlah. Sebenernya ini bukan pertama kali gue kesini, dulu pernah juga tapi cuma lewat doang didepannya belom sempet mampir.

Dari Hotel di kawasan Sungai Cerekang, gue naik taksi ke Benteng Front Rotterdam yang setelah gue cek di Google Maps emang jaraknya gak jauh-jauh amat, cukup bayar 12.000 rupiah saja, murah kan. Ini tuh setara dengan kalian masuk WC umum bolak balik sebanyak 6 kali #KurangKerjaan Nyampe sana ternyata lagi cukup rame karena lagi ada persiapan Makassar Jazz Festival disana. Tapi walau begitu gue masih bisa menikmati setiap sudut bangunan yang konon didirikan oleh Raja Gowa lalu direnovasi oleh penjajah Belanda itu setelah Kerajaan Gowa ‘diakusisi’ lewat Perjanjian Bongaya! #DuhBerasaPinterDehGue

Disana gue cuma keliling-keliling dan photo-photo sambil gendong Fiddyn, anak gue, yang entahlah hari ini kakinya lagi gak mau nyentuh tanah. Tau tuh ini anak, tumben gak mau jalan, berasa putra mahkota negeri kayangan kali ah pake gak mau nginjek tanah segala. Walhasil kemana pun kaki gue bercokol, gue harus ngegondol-gondol bocah seberat lebih dari 10 Kg ini. Dimana kalo pinggang gue udah mulai pegel maka gue gendong dikepala, terus kalo kepala gue udah kaya mau copot, gue pindah gendong di pinggang lagi. Begitu aja sampai hari besok harinya, sampe-sampe hari Senin badan bagian atas gue berasa abis digebukin 10.000 pasukan Belanda.

Puas keliling-keliling disini kita lanjut ke Pantai paling Hits se-Makassar, apa lagi kalo bukan Pantai Ancol, eh Pantai Losari. Just for information ya Gawls, gak banyak emang orang yang tahu asal usul Pantai Losari ini termasuk orang Makassarnya sendiri, so Gawls.. kalian tuh BHERUTUNG BHANGED (ingat bacanya yang Alay yah, kaya orang keselek biji Kedondong!) bisa tau sejarahnya dari blog ini.

Jadi konon ceritanya ada sepasang kekasih bernama Japra dan Sari dari Bulukumba (salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan yang kurang lebih berjarak 4-6 jam perjalanan darat dari Makassar) yang harus berpisah karena orang tua si cewek gak setuju #KlasikYah Tentunya mereka pisah bukan karena si cowok lebih suka makan Bengbeng langsung sedangkan orang tua ceweknya lebih suka makan Bengbeng dingin. Bukan, bukan kaya gitu! Alasannya karena si cowok ini yang berasal dari pulai Jawa (Jakarta) gak punya uang banyak buat panaik yang disyaratkan orang tua si cewek. Lalu singkat cerita merantaulah si cowok ke Makassar untuk mencari pekerjaan dan pamit ke ceweknya “Sari, gue pamit dulu ya, nanti gue balik lagi bawa uang panaik supaya kita bisa naik ke pelaminan dan mebjalil hubungan yang halal..!”

Berangkatlah di Japra ke Makassar. Singkat cerita segala macam upaya dan berbagai pekerjaan udah dilakonin sama si Japra namun uang yang terkumpul gak cukup. Sedangkan disisi lain Sari terua didesak agar segera menerima pinangan Mudin di anak juragan Kopra. Lama kelamaan si Japra stress dan banyak ngelamun di pantai sambil mikir pekerjaan apa yang mau dia lakukan. Sampai akhirnya di suatu sore Japra yang lagi ngelamun di Pantai, pundaknya di colek seseorang.

“Ehm.. kamu Japra ya?” Tanya orang tersebut agak ragu, takut salah orang karena udah 5 tahun gak ketemu.

“Iye bener.. Lo Sari ya?” Tanya Japra dengan kagetnya. Akhirnya mereka melepas rindu.

Kebetulan persis di sebelah mereka lagi ada Gubernur Sulawesi Selatan yang sedang meninjau revitalisasi pantai untuk meningkatkan potensi wisata. Karena gak sengaja nguping perbincangan Japra yang nanya “Lo Sari ya?” Makannya pantai itu dinamakan Pantai Losari.

Akhirnya uang panaik Japra dibayarkan oleh Pak Gubernur sebagai hadian sayembara nama pantai wisata Makassar. Mereka pun menikah dan dikarunia banyak anak lalu hidup bahagia selamanya #DisneyAla-ala.

Itulah sedikit asal muasal yang asal-asalan dari penamaan Pantai Losari. Semoga kalian gak percaya ya Gawls!

Postingan pengalaman di Losari yang beneran coming soon yah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s