#26. Talk About Dreams

Gaes, kita ngomongin cita-cita yuk!
Tentang masa depan dan harapan. Ehm.. what a lovely topic right?! Setiap orang, termasuk gue dan kalian, pastinya punya harapan tentang masa depannya masing-masing. Betul gak? Walaupun gue terlahir dari keluarga terlanjur Kaya Raya dengan kerajaan bisnis yang menggurita dimana-mana tapi gue pengen punya hidup gue sendiri, hidup yang mandiri. Gue gak mau ongkang-ongkang kaki ngabisin harta keluarga gue yang diduga setara kekayaannya Syahrini + Roro Fitria, hehhee Gue gak mau numpang hidup sama harta keluarga, kaya seonggok upil kering yang menggantungkan diri di bulu hidung.

Paragraf pembukaan yang menjengkelkan bukan? Kalo gak tahan bisa melabaikan tangan 

Sekarang ini disela-sela tumpunkan kerjaan kantor yg kagak berhenti-berhenti, gue coba nyempetin diri buat les bahasa Inggris, dan sekarang udah masuk season ke 4. Sengaja gue pontang-panting les supaya bisa kuliah diluar negeri. Ya, karena bisa kuliah diluar emang salah satu impian gue yg tengah gue rintis. Terus kenapa harus diluar? Weits, bukannya didalam negeri jelek. It’s a big No-No! Gue cuman pengen punya pengalaman dan pemahaman yg lebih kaya. Apalagi kita sekarang tinggal di jaman dimana Globalisasi gak bisa dibendung lagi. Arus barang, informasi bahkan manusia kian hari kian cepat dan mudah. Kedepan saingan kita bukan hanya sesama warga negara indonesia, oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya. Membekali kita dengan berbagai pengetahuan dan skill agar bisa tetap eksis di percaturan ekonomi global demi terjaganya SISHANKAMRATA, Sistem Keamanan Rakyat Semesta, Merdekkaaa! #ApaanSih #SokSerius

Kedepan, gue pengennya sih kuliahnya di eropa -especially Swedia, Jerman atau Prancis- kayanya bagus buat tempat ambil master impian gue. Walau sebenernya sempet kepikiran pengen di Inggris juga sih apalagi disana ada temen-temen Hang-out gue kaya Maudy Ayunda, Gita Gitawa sama Vidi Aldiano. Tapi disisi lain gue punya impian bisa belajar banyak bahasa -selain bahasa Indonesia dan Inggris- e.g. bahasa Arab, Prancis, Jerman, Spanyol, China dll Makannya gue cenderung pengen ambil master di negara dinegara yang bahasa sehari-harinya bukan bahasa Inggris.

Kuliah di Eropa rencananya gue mau ambil Environmental Economics, that’s why Sweden is going to be my first choice. Soalnya Swedia salah satu negara yg menurut gue sukses mengharmonikan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam, asiikkk! Nah gue harap nanti gue bisa banyak belajar tentang hal tersebut disana lalu gue diterapkan di Indonesia. Selama ambil master 2 tahun disana, gue pengen fokus belajar supaya bisa Cum Laude, biar gampang ambil doktoralnya. Pengennya sih gitu, harapan dan kayanya gampang tapi prakteknya liat aja nanti. Soalnya yang gue denger sih, kalo cum laude bisa gampang kalo mau ngambil doktoral. So, mohon doanya ya Gaess, mudah-mudahan gue lulus Cum Laude di Swedia nanti. Hahhaa.. keterima aja belom, udah sibuk musingin Cum Laude segala, hhee

Selama di Eropa pastinya gue gak cuma ngurung diri dikamar bermandikan jurnal dan buku doang tapi gue bakal nyempetin waktu buat keliling2, Spanyol, Prancis, Jerman, Belanda, Inggris, Italy dkk ngeliat keindahan alam, arsitektur, budaya dan berinteraksi dengan orang-orang disana. Terutama semoga aja suatu saat nanti gue bisa liat Aurora bareng istri dan anak-anak, what a precious moment. Selain itu gue juga punya misi buat mengenalkan ajaran Islam yang sesuai ajaran Rosulullah SAW sesuai pemahaman shalafush shalih. Islam yang ramah, damai dan sejuk. Jauh.. jauuhhh sekali dari image yang digambarkan media islamofobia selama ini. Gue pengen jadi ‘Agen Muslim Yang Baik’ selama di Eropa, insya Alloh..

Setelah kenyang ilmu dan pengalaman di Eropa, gue pengen balik dulu ke Indonesia. Kembali bekerja di kantor selama beberapa tahun sambil terus menuntut ilmu langsung secara praktek dilapangan. Gue juga pengen jadi pengajar kaya jadi dosen atau apa pun itu. Ada rencana pengen ngajar di Universitas Sulawesi Barat, satu-satunya PTN di Propinsi Sulawesi Barat atau ngajar di STIS, almamater gue.

Sebagaimana ‘perjanjian pra-nikah’ gue dulu. Gue pengen kalo nanti gue udah makin mapan, gue pengen istri gue gak usah bantu-bantu nyari duit lagi. Cukup gue aja yg banting tulang, peras keringat dan jemur kulit buat menuhinin kebutuhan mereka; beli rumah yg layak, kendaraan, makan enak, jalan-jalan, sedekah yg banyak dll Terlebih kedepannya anak-anak semakin butuh perhatian dari ibunya termasuk juga bapaknya, hahhaa..

After ya sekitaran 3-5 tahun ngajar gue pengen lanjut S3, lagi-lagi pengennya diluar. Ehm.. untuk tujuan sebenernya untuk S3 nanti gue gak mau yang jauh-jauh amat dari Indonesia, so Australian, Singapura atau Jepang kayanya oke juga. Kenapa yang deket-deket? Pertama ya supaya bisa tetep deket sama keluarga besar di Indonesia. Kedua pengen bikin relationship yang bagus dengan kampus sana dan hopefully bisa jadi dosen disana. Ya one day gue pengen bener-bener go international, diaspora! Mungkin gue bakal agak lama diluar. Anak istri pastinya ikut dong, bahkan sejak gue ambil doktor. Sambil ambil doktor, gue pengen naik haji juga, kali aja kalo daftar dr negara lain gak seantri di Indonesia. Usut punya usut di Kabupaten Majene, kita mesti ngantri 22 tahun buat naik haji, keburu bangkotan guwehh  Minimal 10 tahun di Australia atau Singapura, mungkin gue balik lagi ke Indonesia sebagai warga negara yg penuh dgn pengalaman dan pemahaman global yg siap dibagi buat Indonesia tercinta. Inilah saatnya gue benar-benar mencurahkan kemampuan untuk Indonesia.

Selama jadi pengajar, profesional dan peneliti di Indonesia, gue pengennya masih aktif mengisi konfresnsi atau seminar di dalam atau luar negeri. That’s All, Oia satu lagi, smg gue bisa jadi pengusaha sukses, cuman masih belum mantep mau ambil bidang apa, ada ide?

Catatan :
Tulisan ini ditulis sekitar satu tahun lalu (2014). Dan AlhamdulilLah sekarang saya sudah diterima di Program Quantitative Economics Methods and Models Join Master Degree di Universite Paris 1 Patheon-Sorbonne France and Universidad Autonoma de Barceloba Spain class 2016 dengan Beasiswa LPDP. Semoga cita-cita yang lain bisa tercapai juga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s